Postingan

Rela yang menyiksa

Sebuah narasi Dealektika tak seindah realita. Mengutip salah satu kisah nyata seorang insan di sana. Kerelaan sudah menjadi tanggungannya. Merelakan di cap jahat untuk sekedar menepati janji pada si penguasa hati. Janjinya memang menyiksa, takdirnya tak ubahkan sebuah lara. Kisahnya tak jauh dari duka. Dia tau, bahwa akan sakit bila seperti ini, dia sadar hatinya akan penuh sayatan, dia pun mengerti rasanya akan penuh cacian. Kata dia dalam do'a " untuk sekarang, maaf, tindakanku adalah kecewamu. Namun tindakanku pun adalah rasa sayatan yang ku buat sendiri. Nantinya, pasti, ada saat kamu sudah lupa akan aku, karena aku tak lebih dari segumpal masalah bagimu. Karena itu, kamu pasti bahagia. Suatu saat, pasti". Begitu katanya. Kata-kata terakhir yang dia sujudkan sebelum dia benar-benar menghilang dengan cacian dari orang yang di cinta. Tamat